Oleh
Warta Dapodik
Selasa, 10 Januari 2017
![]() |
| Kumpulan Hikmah |
SUBHANALLAH......., DZIKIR TERNYATA MERUPAKAN OBAT YANG PALING MUJARAB
Dr. dr. A Y Saleh, M.Kes, Sp. S. dari RS S Sunter - Jakarta (Alumni SMAN... Malang & S1-FK...), menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir.
Pasien yg mengalami masalah alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid "Laa iIlaaha illallah " serta kalimat istighfar "Astaghfirullah".
Menurut Dr. dr. Ar, dilihat dari pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan "Laa iIlaaha illallah" serta "Astaghfirullah" mampu menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien. Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada abjad JAHR yg mampu mengeluarkan CO2 dari otak.
Dalam kalimat "Laa Ilaaha Illallah" ada abjad Jahr yg diulang tujuh kali, yakni abjad "Lam", serta "Astaghfirulloh" ada abjad "Ghayn", " Ra", serta dua buah "Lam" hingga ada 4 abjad Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut.
CO2 yg dikeluarkan oleh tubuh tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga menjadikan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih ketika kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.
Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf, ada kekerabatan yg erat pada pelafadzan abjad (Makharij Al-huruf) pd bacaan dzikir dgn fatwa darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2 (karbondioksida) & system yg rumit didalam otak pd keadaan fisik atau psikis spesial.
Nah sahabatku.. mari membiasakan & memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah" & kalimat istighfar "Astaghfirulloh".
===================================================
===================================================
Mari kita saling mengingatkan dlm hal kebaikan dgn penuh kebenaran dan kesabaran .
==================================================
NILAI DUIT.............
- Duit ... tidak dibawa mati tapi tidak ada duit rasanya ingin mati.
- Duit ... tidak dapat membeli kasih sayang tapi kasih sayang mampu melayang bila tidak ada duit.
- Duit ... tak mampu beli tidur tapi tidak ada duit tidur pun tidak nyenyak.
- Duit ... tak mampu beli kesehatan tapi untuk sehat dibutuhkan duit.
- Duit ... tak mampu beli ilmu tapi utk dapatkan ilmu dibutuhkan duit.
- Duit ... Orang bodoh nampak berakal bila ada duit tapi orang berakal nampak bodoh bila tak ada duit.
- Duit ... bukan segalanya tapi segalanya perlu duit.
D - don't.
U - use.
I - intelligence.
T - the wrong way.
Kata orang-orang bijak pandai, jikalau :
1. Ingin bahagia.- Sholat awal waktu
2. Ingin sehat.- Berpuasalah
3. Ingin dipermudahkan urusan.- Bacalah Al-Qur'an
4. Ingin wajah berseri.- Jaga Sholat Tahjud
5. Ingin kaya.- Sholat Qobliyah Fajar dan Dhuha
6. Dihimpit masalah.- Beristghfarlah
7. Berdukacita.- Berdoalah
8. Ingin keberkahan hidup.- Bersholawatlah.
DUIT yang sesungghunya yaitu
D - DOA
U - USAHA
I - ISTIQAMAH
T - TAWAKAL
Mari mempratekkannya, Insya Tuhan berkah.
Ya Allah, semoga kami mampu memanfaatkan muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, sempat sebelum sibuk, hidup sebelum mati, semaksimal mungkin untuk beribadah !
Ya Allah, semoga kami mampu bersyukur atas nikmat sehat dan sempat, memanfaatkannya untuk aktivitas positif, produktif, serta untuk kelancaran ibadah ! Bukan alasannya yaitu sedikitnya nikmat, namun karena sedikitnya syukur, hingga menjadikan nikmat pun tidak terlihat.
Yang pasti kalau bersyukur akan membuat bertambahnya nikmat. Ya Allah, golongkanlah kami pada orang-orang yang mahir bersyukur !
Ya Allah, berilah kami jalan keluar atau solusi terbaik dari setiap permasalahan, " Waj'alanaa min amrii farojan wamakhrojan !'
Ya Allah, semoga kami mampu memperbaharui keimanan dengan memperbanyak ucapan kalimat "LAA ILAAHA ILLALLAAH.!"*_
(HR Ahmad & Thabrani) !
Rodhina billahi robban wabil islaami diinan wabimuhammadin saw rosuulan, naudzubillahi minsyuil fitani ! (rowahu Bukhori) .... Ya Allah, kami berlindung dari jeleknya fitnah !
"Robbanaghfirlanaa dzunuubanaa, waisrofanaa fii amrinaa....!" (QS Al Imron : 147) Ya Allah, ampunilah dosa kami dan berlebihannya kami dalam setiap perkara kami !
Allahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlan, waanta taj'alul hazna idzaa syi'ta sahlan ! (rowahu Ibnu Suni) Ya Allah, tidak ada fasilitas kecuali Engkau buat jadi mudah, dengan kekuasaan-Mu sesuatu yang sulit jadi mudah. Mudahkanlah dalam segala urusan kami !
MEMAKNAI SUNNAH
Kalau kita ditanya apa arti Sunnah, pasti jawabannya "kalau dikerjakan dpt pahala dan kalau tdk dikerjakan tdk apa²."
Pdhl kalau kita mengerjakan Shalat Sunnah Rawatib 12 raka'at, Tuhan menjanjikan rumah di Surga. Bayangkan kalau kita mengerjakannya setiap hari..
Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Kalau kita Shalat Sunnah Fajar, pahalanya lbh baik dari dunia dan seisinya..
Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Seseorg yg Shalat Tahajjud, Tuhan mdhkan urusannya, doa²nya terkabul dan Tuhan angkat derajatnya ke kawasan yg terpuji. Dijamin masuk Surga dan selamat dari adzab neraka dan dicatat sbg org yg berdzikir kpd Allah.
Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Kalau kita Shalat Dluha 2 rakaat, itu sdh mencukupi sedekah 360 persendian dan Tuhan jamin rezekinya. Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Seseorang yg Shalat ke Masjid, tiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapuskan satu dosa hingga ia masuk Masjid. Apabila ia di dlm Masjid, akan dianggap mengerjakan Shalat selama menunggu hingga Shalat dilaksanakan, dan Malaikat terus mendoakannya.
Yakin nih enggak apa² ditinggal?
Saudaraku yg dirahmati Tuhan SWT
Utk urusan Sunnah, seharusnya mulai ketika ini di mindset kita bkn lagi "kalau di kerjakan dpt pahala, dan kalau tdk di kerjakan tdk apa²", tapi diganti menjadi "kalau di kerjakan akan "DAPAT UNTUNG BESAR", dan kalau tdk di kerjakan akan "RUGI BESAR".
Kata² "ah, itu cuma Sunnah" yaitu bisikan dari SETAN yg terus dihembuskan semoga kita tdk melaksanakan amalan² tsb. Seharusnya ketika inilah waktunya kita ber lomba² utk menjadi bertaqwa, mumpung msh di dunia, krn "org yg beriman blm tentu bertaqwa akan tetapi org yg bertaqwa sdh pasti dia beriman".
Jangan lupa, KEMATIAN terus bergerak secara konsisten kpd kita dgn kecepatan 60 detik/menit tanpa pernah berhenti utk beristirahat.
Ya betul... Kecepatan kita kembali kpd Tuhan SWT yaitu 3600 detik / jam, sesuai dgn firman-Nya : "Iqtaraba linnasi hisabuhum wahum fii ghoflatim mu'ridluun ..."
Telah bersahabat kpd insan hari menghisap segala amalan mereka, sdg mereka berada dlm kelalaian lagi berpaling (dari pada-Nya) - ( QS Al Anbiyaa : 1)
Smg kita selalu dijaga Tuhan SWT dan dijauhkan dari kelalaian dan berpaling dari-Nya... Aamiin
Selamat bertafakur, smga Tuhan SWT senantiasa melimpahkan kebahagiaan dan keberkahan kpd kita. Aamiin....
==================================================
12 KEAJAIBAN SHOLAT TAHAJUD
1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga
Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw ketika itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam ketika insan lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).
2. Amal yang menolong di akhirat
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Tuhan berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka yaitu telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka yaitu orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di simpulan malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Tuhan akan menerima tanggapan yang sangat nikmat di darul abadi kelak.
3. Pembersih penyakit hati dan jasmani
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu yaitu kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kau kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)
4. Sarana meraih kemuliaan
Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan menerima balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim yaitu shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)
5. Jalan menerima rahmat Allah
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Tuhan merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)
6. Sarana Pengabulan permohonan
Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,
“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu ketika yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Tuhan memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)
7. Penghapus dosa dan kesalahan
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)
8. Jalan mendapat kawasan yang terpuji
Allah berfirman,
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kau sebagai suatu ibadah pemanis bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kau ke kawasan yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
9. Pelepas ikatan setan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kau tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu berdiri seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jikalau tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”
10. Waktu utama untuk berdoa
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut yaitu maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Tuhan menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)
12. Penjaga kesehatan rohani
Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
Keajaiban shalat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!
Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari goresan pena ini. Yang pasti shalat tahajud merupakan shalat yang rupawan sebagai ibadah pemanis bagi kita.
Subhanallah .. Shalat tahajud benar-benar dahsyat dalam meraih kebaikan dunia akhirat
“Jika matahari sudah terbenam, saya bangga dengan datangnya malam dan insan tidur karena inilah ketika hanya ada Tuhan dan aku.”
MASYA ALLAH
Maka ubahlah kebiasaan kita kalau pengen rezeki kita lancar, jodoh kita lancar, perjuangan kita lancar, dam semua apa yang kita inginkan tercapai, maka tahajudlah. Semoga kita semakin semangat shalat tahajud, dan mudah-mudahan segala doa dan hajat kita segera dikabulkan oleh Tuhan lewat perantara tahajud ini. Aamiin
Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Tuhan mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu semoga kami senantiasa bersahabat kepada-Mu hingga simpulan hayat.
Aamiin ya Rabbal’alamin.==================================================
SUMUR USMAN / THE WELL OF USMAN
Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama: Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi berjulukan Ruma.
Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.
Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata: "Kalau ada yang mampu membeli sumur ini, *balasannya yaitu Surga".
Seorang Sahabat Nabi berjulukan Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menunjukkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini yaitu bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.
Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma: "Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya".
Melalui negosiasi yang sangat ketat, kesudahannya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan menyampaikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.
Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki.
Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi.
Merasa kalah, sang Yahudi kesudahannya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya.
Tentu saja Usman harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya. Sampai sekarang di Madinah, sumur tersebut dikenal dengan nama *"Sumur Usman",*atau *"The Well of Usman." Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh tubuh wakaf pemerintah Saudi hingga hari ini. Kurmanya dieksport ke aneka macam negara didunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu dan pendidikan.
Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua didunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang disaat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).
Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa? Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan yaitu jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong insan lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama:
"Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan". Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada ketika insan sudah mati.
Inilah cara memajukan Islam secara cerdas dan barokah dunia akherat. Bukan dengan "memusuhi" Yahudi, tapi "mengalahkan" dengan negosiasi dan cara yang terhormat.
DIANTARA KEUTAMAAN HARI JUM'AT
Dari Salman radhiyallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :
لا يغتسل رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم الإمام إلا غفر له ما بينه وبين الجمعة الأخرى
”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melaksanakan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia membisu ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.”(HR Bukhari)
Malam ni malam Jumaat
Malam yang penuh berkat
Jangan hanya fikir hal syahwat
Berbanyaklah baca selawat
Malam ni malam Jumaat
Banyak sungguh perkara sunat
Kutiplah ia dengan semangat
Ngaji zikir tazkirah dan bertaubat
Malam ni malam Jumaat
Alam dijadikan dengan rahmat
Dunia dihancur dengan kiamat
Hendaklah kita selalu beringat
Malam ni malam Jumaat
Tafakur di sejadah baca munajat
Mohon ampun segala khianat
Masa berdosa selalu tak ingat
Malam ni malam Jumaat
Alam kubur hendaklah diingat
Disana jarang orang yang selamat
Kerana hidup dalam gelap gelemat
Malam ni malam Jumaat
Baca selawat beroleh syafaat
Semoga hidup dapat berkat
Dan mati pula dalam rahmat
Malam ni malam Jumaat
Basahi mata dengan air yang hangat
Menangis dan merintih dalam munajat
Semoga segala dosa diangkat
Wahai Tuhan yang bersifat kamalat
Ampuni dosa hambaMu ini yang jahat
Terangi hati ku yang gelap gelemat
Dengan kasihMu beserta rahmat
PAHALA PUASA UNTUK ALLAH
Ingatlah puasa itu memiliki keistimewaan dibanding amalan lainnya. Amalan lainnya akan kembali untuk insan yaitu dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan hingga lebih dari itu. Namun tidak untuk amalan puasa. Amalan tersebut, Tuhan khususkan untuk diri-Nya. Sehingga pahala puasa pun mampu tak terhingga pahalanya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh insan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Tuhan Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut yaitu untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan menerima dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh anyir lisan orang yang berpuasa lebih harum di sisi Tuhan daripada anyir minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).
Pahala Puasa yang Tak Terhingga
Setiap amalan akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. Kemudian dikecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipatgandakan ibarat tadi. Amalan puasa tidak dibatasi lipatan pahalanya. Oleh karena itu, amalan puasa akan dilipatgandakan oleh Tuhan hingga berlipat-lipat tanpa ada batasan bilangan.
Kenapa mampu demikian? Ibnu Rajab Al Hambali –semoga Tuhan merahmati beliau- mengatakan, ”Karena orang yang menjalani puasa berarti menjalani kesabaran”. Mengenai ganjaran orang yang bersabar, Tuhan Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)
Sabar itu ada tiga macam yaitu:
1. tabah dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah
2. tabah dalam meninggalkan yang haram dan
3. tabah dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan.
Ketiga macam bentuk tabah ini, semuanya terdapat dalam amalan puasa. Dalam puasa tentu saja di dalamnya ada bentuk melaksanakan ketaatan. Di dalamnya ada pula menjauhi hal-hal yang diharamkan. Begitu juga dalam puasa seseorang berusaha bersabar dari hal-hal yang menyakitkan ibarat menahan diri dari rasa lapar, dahaga, dan lemahnya badan. Itulah mengapa amalan puasa mampu meraih pahala tak terhingga sebagaimana sabar.
Amalan Puasa Khusus untuk Allah
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Tuhan Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan insan yaitu untuknya kecuali puasa. Amalan puasa yaitu untuk-Ku”. Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan insan yaitu untuknya. Sedangkan amalan puasa, Tuhan khususkan untuk diri-Nya. Tuhan menyandarkan amalan tersebut untuk-Nya.
Kenapa Tuhan mampu menyandarkan amalan puasa untuk-Nya?
Pertama karena di dalam puasa, seseorang meninggalkan aneka macam kesenangan dan aneka macam syahwat. Hal ini tidak didapati dalam amalan lainnya. Dalam ibadah ihram, memang ada perintah meninggalkan jima’ (berhubungan tubuh dengan istri) dan meninggalkan aneka macam harum-haruman. Namun bentuk kesenangan lain dalam ibadah ihram tidak ditinggalkan. Begitu pula dengan ibadah shalat. Dalam shalat memang kita dituntut untuk meninggalkan makan dan minum. Namun itu terjadi dalam waktu yang singkat. Bahkan ketika hendak shalat, jikalau makanan telah dihidangkan dan kita merasa butuh pada makanan tersebut, kita dianjurkan untuk menyantap makanan tadi dan boleh menunda shalat ketika dalam kondisi ibarat itu.
Jadi dalam amalan puasa terdapat bentuk meninggalkan aneka macam macam syahwat yang tidak kita jumpai pada amalan lainnya. Jika seseorang telah melaksanakan ini semua –seperti meninggalkan kekerabatan tubuh dengan istri dan meninggalkan makan-minum ketika puasa-, dan dia meninggalkan itu semua karena Allah, padahal tidak ada yang memperhatikan apa yang dia lakukan tersebut selain Allah, maka ini menunjukkan benarnya kepercayaan orang yang melaksanakan semacam ini. Itulah yang dikatakan oleh Ibnu Rajab, “Inilah yang menunjukkan benarnya kepercayaan orang tersebut.” Orang yang melaksanakan puasa ibarat itu selalu menyadari bahwa dia berada dalam pengawasan Tuhan meskipun dia berada sendirian. Dia telah mengharamkan melaksanakan aneka macam macam syahwat yang dia sukai. Dia lebih suka mentaati Rabbnya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena takut pada siksaan dan selalu mengharap ganjaran-Nya. Sebagian salaf mengatakan, “Beruntunglah orang yang meninggalkan syahwat yang ada di hadapannya karena mengharap komitmen Rabbnya yang tidak nampak di hadapannya”. Oleh karena itu, Tuhan membalas orang yang melaksanakan puasa ibarat ini dan Dia pun mengkhususkan amalan puasa tersebut untuk-Nya dibanding amalan-amalan lainnya.
Kedua puasa yaitu belakang layar antara seorang hamba dengan Rabbnya yang tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Amalan puasa berasal dari niat batin yang hanya Tuhan saja yang mengetahuinya dan dalam amalan puasa ini terdapat bentuk meninggalkan aneka macam syahwat. Oleh karena itu, Imam Ahmad dan selainnya mengatakan, “Dalam puasa sulit sekali terdapat riya’ (ingin dilihat/dipuji orang lain).” Dari dua alasan inilah, Tuhan menyandarkan amalan puasa pada-Nya berbeda dengan amalan lainnya.
Dua Kebahagiaan yang Diraih …
Dalam hadits di atas dikatakan, “Bagi orang yang berpuasa akan menerima dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.”
Kebahagiaan pertama yaitu ketika seseorang berbuka puasa. Ketika berbuka, jiwa begitu ingin mendapat hiburan dari hal-hal yang dia rasakan tidak menyenangkan ketika berpuasa, yaitu jiwa sangat senang menjumpai makanan, minuman dan menggauli istri. Jika seseorang dilarang dari aneka macam macam syahwat ketika berpuasa, dia akan merasa senang jikalau hal tersebut diperbolehkan lagi.
Kebahagiaan kedua yaitu ketika seorang hamba berjumpa dengan Rabbnya yaitu dia akan jumpai pahala amalan puasa yang dia lakukan tersimpan di sisi Allah. Itulah ganjaran besar yang sangat dia butuhkan.
* Bau Mulut Orang yang Berpuasabr/> Ganjaran bagi orang yang berpuasa yang disebutkan pula dalam hadits di atas, “Sungguh anyir lisan orang yang berpuasa lebih harum di sisi Tuhan daripada anyir minyak kasturi.”
Seperti kita tahu bersama bahwa anyir lisan orang yang berpuasa apalagi di siang hari sungguh tidak mengenakkan. Namun anyir lisan ibarat ini yaitu anyir yang menyenangkan di sisi Tuhan karena anyir ini dihasilkan dari amalan ketaatan dank arena mengharap ridho Allah. Sebagaimana pula darah orang yang mati syahid pada hari simpulan zaman nanti, warnanya yaitu warna darah, namun baunya yaitu anyir minyak kasturi.
Harumnya anyir lisan orang yang berpuasa di sisi Tuhan ini ada dua sebab:
Puasa yaitu belakang layar antara seorang hamba dengan Tuhan di dunia. Ketika di akhirat, Tuhan pun menampakkan amalan puasa ini sehingga makhluk pun tahu bahwa dia yaitu orang yang gemar berpuasa. Tuhan memberitahukan amalan puasa yang dia lakukan di hadapan insan lainnya karena dulu di dunia, dia berusaha keras menyembunyikan amalan tersebut dari orang lain. Inilah anyir lisan yang harum yang dinampakkan oleh Tuhan di hari simpulan zaman nanti karena amalan belakang layar yang dia lakukan.
Barangsiapa yang beribadah dan mentaati Allah, selalu mengharap ridho Tuhan di dunia melalui amalan yang dia lakukan, lalu muncul dari amalannya tersebut bekas yang tidak terasa enak bagi jiwa di dunia, maka bekas ibarat ini tidaklah dibenci di sisi Allah. Bahkan bekas tersebut yaitu sesuatu yang Tuhan cintai dan baik di sisi-Nya. Hal ini dikarenakan bekas yang tidak terasa enak tersebut muncul karena melaksanakan ketaatan dan mengharap ridho Allah. Oleh karena itu, Tuhan pun membalasnya dengan menyampaikan anyir harum pada mulutnya yang menyenangkan seluruh makhluk, walaupun anyir tersebut tidak terasa enak di sisi makluk ketika di dunia.
Inilah yang akan diraih oleh seorang hamba yang melaksanakan amalan puasa yang wajib di bulan Ramadhan maupun amalan puasa yang sunnah dengan dilandasi keikhlasan dan selalu mengharap ridho Allah.
Moga Tuhan terus menguatkan kita untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh tulus dan ittiba’
=====================================================
MACET
Pernahkah kendaraan anda mengalami macet total ketika sedang menempuh perjalanan panjang (saat mudik misalnya) ..? Walau terjebak macet hanya 2-3 jam, bagaimana rasanya..? Apa yang mampu anda lakukan ketika macet, kecuali menunggu dan menunggu hingga kemacetan terurai..? Bagaimana jikalau macetnya belasan bahkan puluhan jam lamanya..? Maju tidak bisa, mundur pun tak kuasa. Diam saja ditempat selama berjam-jam lamanya. Bagaimana perasaan anda..?
Saudaraku...lalu bagaimana suasana Yaumil Mahsyar kelak??? Saat Tuhan SWT menghimpun puluhan bahkan ratusan Milyar insan dalam satu lokasi. Saat kaki tidak mampu bergerak kesana kemari, kecuali hanya mampu menunggu dan menunggu giliran, ketika amalnya dihisab. Saat itulah gambaran macet total kemungkinan terjadi. SubhaanAllah....
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»
“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari simpulan zaman hingga dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) ihwal umurnya kemana dihabiskannya, ihwal ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, ihwal hartanya; dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya, serta ihwal tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR Tirmidzi & Ad-Darimi)
TENTANG HISAB HARTA
Ingatlah ketika hari itu tiba. Hisab mengenai harta kita kelak dihari perhitungan, dimana tidak ada sedikitpun hitungan-Nya meleset. Peradilan yang adil tanpa ada suap dan gratifikasi. Dua pertanyaan seputar harta kita, dari mana harta tersebut kita peroleh dan dibelanjakan untuk apa???. "Dan tidak akan bergeser kaki kita berpijak, hingga Tuhan SWT menanyai kita mengenai hal ini".
Darimana asal harta kita..?
Darimana asal pembiayaan rumah anda.?
Darimana asal kendaraan anda..?
Darimana modal urusan ekonomi anda....?
Darimana profit perjuangan anda...?
Darimana penghasilan anda, dari gaji yang menjadi hak anda atau dari korupsi dan manipulasi-kah..?
Darimana pendapatan sampingan anda, dari gratifikasi dan suapkah..?
Darimana status PNS anda diperoleh ..? Dari sogok kah...?
Darimana biaya anda pergi berhaji, dari dana talangan haji kah..?
Menjawab satu sisi pertanyaan mengenai darimana perolehan harta kita saja (walau diperoleh dengan jalan halal), mungkin sudah sangat sulit, rumit, berbelit, dan menegangkan.....Lalu bagaimana bila sumber harta kita dari yang haram??? Ya Robb.....
Itu gres satu sisi pertanyaan yaitu sumber harta, lalu bagaimana dengan pertanggung jawaban umur, tubuh, ilmu, amal dan lain-lain???
Kemacetan itu akan memakan waktu yang sangat panjang dan lama, persiapkan diri untuk dihisab dgn ilmu & amal sholih!!!!!
Renungan untuk diri.....
================================================== KEUTAMAAN PUASA 6 HARI DI BULAN SYAWAL
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
_“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa ibarat setahun penuh.”
(HR. Muslim no. 1164).
Share ke yang lain, siapa tahu ada orang-orang yang berpuasa karena alasannya yaitu kita, sehingga kita menerima pahala dengan alasannya yaitu puasa mereka.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
"Barang siapa yang mengajak kepada al-Huda [petunjuk menuju hidayah Allah], maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh oleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka [orang yang mengikuti] petunjuk tersebut sedikitpun"
__________
(HR. Muslim [2674], Abu Daud [4609], at-Tirmidzi [2674], ad-Darimi [530], Ahmad [9160] Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)
ISTERI SHOLIHAH
Sebelum pulang kantor, sang suami menelpon istrinya, "Sayang, alhamdulillah, bonus simpulan tahun dari perusahaan sudah turun, Rp. 150 juta." Di ujung telpon, sang istri tentu saja mengungkapkan rasa syukurnya, "Alhamdulillah, semoga barokah ya mas".
Sejak beberapa bulan yg lalu mereka sudah merencanakan beli kendaraan beroda empat sederhana untuk keluarga kecilnya. Dan uang yg turun mereka rasa cukup pas sesuai budget.
Namun dalam perjalanan pulang, dia ditelp oleh ibunya di kampung, "Nak, kau ada tabungan? Tadi ada orang datang ke rumah. Ternyata almarhum ayahmu punya hutang ke dia cukup besar, Rp. 50 juta." Tanpa pikir panjang, ia pun bilang ke ibunya, "Iya, Bu, insyaAllah ada." Dalam perjalanan pulang ia pun sambil berpikir, "Nggak apa-apa lah, masih cukup untuk beli kendaraan beroda empat yg 100 jutaan. Mungkin ini lebih baik."
Ia pun melanjutkan perjalanan. Belum tiba di rumah, HP-nya kembali berdering. Seorang sobat karibnya semasa SMA tiba-tiba menghubunginya sambil menangis. Sahabatnya itu sambil terbata mengabarkan bahwa anaknya harus segera operasi ahad ini. Banyak biaya yg tidak mampu dicover oleh asuransi kesehatan dari pemerintah. Tagihan dari rumah sakit Rp. 80 juta.
Ia pun berpikir sejenak. Uang bonusnya tinggal 100 juta. Jika ini diberikan kepada sahabatnya, maka tahun ini ia gagal membeli kendaraan beroda empat impiannya. Tapi nuraninya mengetuk, "Berikan padanya. Mungkin kau memang jalan Tuhan untuk menolong sahabatmu itu. Mungkin ini memang rezekinya yang datang melalui perantara dirimu." Ia pun menuruti panggilan nuraninya.
Setibanya di rumah, ia menemui istrinya dg wajah yg lesu. Sang istri bertanya, "Kenapa, mas? Ada masalah? Nggak ibarat biasanya pulang kantor murung gini?" Sang suami mengambil napas panjang, "Tadi ibu di kampung telp, butuh 50 juta untuk bayar utang almarhum bapak. Nggak lama, sobat abang juga telp, butuh 80 juta untuk operasi anaknya. Uang kita tinggal 20 juta. Maaf ya, tahun ini kita nggak jadi beli kendaraan beroda empat dulu."
Sang istri pun tersenyum, "Aduh, mas, kirain ada masalah apaan. Mas, uang kita yg bekerjsama bukan yg 20 juta itu, tapi yg 130 juta. Uang yg kita infakkan kepada orang bau tanah kita, kepada sobat kita, itulah harta kita yg sesungguhnya. Yg akan kita bawa menghadap Allah, yg tidak mungkin mampu hilang jikalau kita ikhlas. Sedangkan yg 20 juta di rekening itu, masih belum jelas, benaran harta kita atau akan menjadi milik orang lain."
Sang istri pun memegang tangan suaminya, "Mas, insyaAllah ini yg terbaik. Bisa jadi jikalau kita beli kendaraan beroda empat ketika ini, justru menjadi keburukan bagi kita. Bisa jadi petaka besar justru datang ketika kendaraan beroda empat itu hadir ketika ini. Maka mari baik sangka kepada Allah, karena kita hanya tahu yg kita inginkan, sementara Allah-lah yg lebih tahu apa yg kita butuhkan."
UMURMU..50 TAHUN?
Firman Tuhan SWT : "...Bukankah Kami telah memberimu umur sehingga kau sempat mengingat bagi sesiapa yang mau mengingat?" (Fathir: 37)
"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun" (HR.Bukhari)
Al-Khattabi berkata : "Maknanya, orang yg Tuhan panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 50 tahun merupakan usia yang bersahabat dgn kematian, maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk, dan
bersiap2 bertemu Allah." _ (Tafsir alQurthubi)_
Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun, Maka hikmah Fudhail kepadanya : "Berarti sudah 50 tahun kau berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa2mu yang lalu. Tapi jikalau engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kau pasti dihukum akhir dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!"
Maka para alim ulama memberi hikmah cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun :
Jangan banyak bergurau dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.
Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.
Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang dibutuhkan utk mendukung amal shalih.
Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.
Jangan banyak berjalan dan melancong ke sana sini tanpa manfaat yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.
Jangan gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa tabah dan bersyukur.
Perbanyak doa mengharap keridha-an Tuhan semoga Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.
Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.
Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.
Kerapkan menjalin silaturahim dan merekatkan kekerabatan yang renggang sebelumnya.
Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.
Tingkatkan amal soleh terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.
Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.
Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang gres walaupun untuk menolong orang lain.
Berhentilah dari semua maksiat !
Mata, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu
Tangan, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu
Mulut, berhentilah makan yg tidak baik dan yg tidak halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati orang lain
Telinga, berhentilah mendengar hal2 haram dan tak bermanfaat
Berbaik sangka lah kepada Tuhan atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa
Penuhi terus hati dan lisan kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap ketika dan setiap waktu.
Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum 50 tahun. karena...
Ingat, Kematian Tidak Mengenal Umur.
Tag :
A_RILEKS

0 Komentar untuk "Warta Dapodik KUMPULAN HIKMAH"