Oleh
Warta Dapodik
Selasa, 10 November 2015
![]() |
| KH Muhyiddin Junaidi |
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Internasional, KH Muhyiddin Junaidi mengatakan bahwa secara konsisten MUI tetap mendorong supaya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengajukan sertifikasi halal untuk vaksin measles rubella (MR). Karena, menurut dia, hal ini untuk menghindarkan bawah umur dari hal yang berbau najis.
"Jangan hingga kita mengasih obat untuk anak cucu kita dengan hal yang berbau dengan najis. Harus dengan yang halal," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Ahad (20/8).
Kiai Muhyiddin menuturkan, MUI berharap supaya Kemenkes khususnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk segera mengajukan ke MUI supaya menghalalkan vaksin. Pasalnya, menurut dia, dalam anutan Islam memang diperintahkan untuk berobat dengan yang halal kecuali dalam keadaan darurat.
Menurut dia, MUI sudah semenjak lama meminta kepada Kemenkes untuk menggunakan semua produk yang bersertifikasi halal. Misalnya, sebelumnya MUI juga telah bekerja sama dengan pemerintah untuk menghalalkan vaksin polio. Begitu juga halnya dengan vaksin miningitis.
"Miningitis juga kita dulu dalam keadaan darurat kesudahannya juga menerima vaksin miningitis yang halal. Juga begitu kepada vaksin-vaksin yang diproduksi oleh Indobssia," ucapnya.
Sementara, belum lama ini, pemerintah melakukan jadwal imunisasi yang menggunakan vaksin MR. Namun, hingga ketika ini belum terperinci kehalalannya. "Nah, kalau memang vaksin MR belum ada yang halal ya sampaikan bekerjsama itu belum halal, masih dalam proses. Jangan terus beliau meminta kepada MUI untuk menyosialisasikan vaksin MR ternyata vaksin itu belum halal. Makara tidak boleh," katanya.
Sebaiknya, tegas dia, bila memang jadwal sumbangan vaksin MR tersebut dianggap darurat dan belum ada penggantinya, maka harus diberi batas waktu. Namun, kata dia, Kemenkes harus segera mengajukan sertifikasi halalnya sehingga masyarakat tidak ragu untuk menggunakan vaksin MR.
"Maka dari MUI sangat konsisten bahwa seharusnya itu menerima akta halal, sehingga ada ketenangan di kalangan masyarakat. Kalau belum ya sampaikan belum ada sertifikat," tandasnya. (republika)
Tag :
Berita

0 Komentar untuk "Warta Dapodik VAKSIN MR BELUM HALAL? MUI MINTA KEMENKES SAMPAIKAN YANG SEBENARNYA"