Oleh
Warta Dapodik
Sabtu, 31 Mei 2014
Salam Warta Dapodik.
Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia secara umum bertujuan biar siswa bisa mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Kompetensi dasar dikembangkan berdasarkan tiga hal lingkup bahan yang saling berafiliasi dan saling mendukung pengembangan kompetensi pengetahuan kebahasaan dan kompetensi keterampilan berbahasa (mendengarkan, membaca, memirsa, berbicara, dan menulis) siswa. Kompetensi sikap secara terpadu dikembangkan melalui kompetensi pengetahuan kebahasaan dan kompetensi keterampilan berbahasa. Ketiga hal lingkup bahan tersebut ialah bahasa (pengetahuan wacana Bahasa Indonesia); sastra (pemahaman, apresiasi, tanggapan, analisis, dan penciptaan karya sastra); dan literasi (perluasan kompetensi berbahasa Indonesia dalam banyak sekali tujuan, khususnya yang berkaitan dengan membaca dan menulis).
Silabus Bahasa Indonesia disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan biar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) bahan dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh siswa (learnable); terukur pencapainnya (measurable); bermakna (meaningfull); dan bermanfaat untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan siswa.
Silabus merupakan teladan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia biar siswa bisa membuatkan kepercayaan diri sebagai komunikator, pemikir (termasuk pemikir imajinatif), dan menjadi warga negara Indonesia yang melek literasi dan informasi. Silabus ini bersifat fleksibel. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia secara leluasa dapat membina dan membuatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap berkomunikasi yang dibutuhkan siswa dalam menempuh pendidikan, hidup di lingkungan sosial, dan berkecakapan di dunia kerja.
- 'Kerangka pengembangan kurikulum Bahasa Indonesia ialah sebagai berikut:pengembangan kompetensi kurikulum Bahasa Indonesia ditekankan pada kemampuan mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Pengembangan kemampuan tersebut dilakukan melalui banyak sekali teks. Dalam hal ini teks merupakan perwujudan kegiatan sosial dan memiliki tujuan sosial. Kegiatan komunikasi dapat berbentuk tulisan, lisan, atau multimodal (teks yang menggabungkan bahasa dan cara/media komunikasi lainnya menyerupai visual, bunyi, atau verbal sebagaimana disajikan dalam film atau penyajian komputer);
- kompetensi dasar yang dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dimaksudkan untuk membuatkan kemampuan siswa dalam mendengarkan, membaca, memirsa (viewing), berbicara, dan menulis. Untuk mencapai kompetensi tersebut siswa melaksanakan kegiatan berbahasa dan bersastra melalui acara verbal dan tulis, cetak dan elektronik, laman tiga dimensi, serta citra visual lain;
- lingkup bahan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas I-XII merupakan pembagian terstruktur mengenai 3 lingkup materi: bahasa, sastra, dan literasi; dan
- teks dalam pendekatan berbasis genre bukan diartikan - istilah umum -sebagai goresan pena berbentuk artikel. Teks merupakan perwujudan kegiatan sosial dan bertujuan sosial, baik verbal maupun tulis.
Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan sintesis dari tiga pendekatan, yaitu pedagogi genre, saintifik, dan Content and language integrated learning (CLIL). Alur utama model ialah pedagogi genre dengan 4M (Membangun konteks, Menelaah Model, Mengonstruksi Terbimbing, dan Mengonstruksi Mandiri). Kegiatan menerima pengetahuan (KD-3) dilakukan dengan pendekatan saintifik 5M (Mengamati, Mempertanyakan, Mengumpulkan Informasi, Menalar, dan Mengomunikasikan). Pengembangan keterampilan (KD-4) dilanjutkan dengan langkah mengonstruksi terbimbing dan mengonstruksi mandiri.
Kegiatan Pembelajaran pada silabus ini hanya merupakan model yang menawarkan wangsit kepada guru untuk berkreasi sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Guru dapat memperkaya dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan siswa. Guru diharapkan dapat mengaitkan dengan lingkungan dan budaya di sekitarnya dan konteks global.
Dalam pembelajaran, guru dapat menggunakan teknologi informasi untuk mengakses banyak sekali sumber berguru dalam banyak sekali bentuk informasi untuk memperkaya pembelajaran siswa dalam memperkuat penguasaan kompetensi.
Tag :
silabus
0 Komentar untuk "Warta Dapodik Unduh Silabus Bahasa Indonesia Kelas VII, VIII dan IX Kurikulum 2013 Revisi 2017"