Oleh
Warta Dapodik
Kamis, 12 Januari 2017
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membantah info yang beredar bahwa dirinya akan menghapus mata pelajaran agama akhir pemberlakuan delapan jam di hari sekolah. Ia menegaskan, mata pelajaran agama akan tetap ada, bahkan mampu menjadi semakin berpengaruh jikalau ada kerja sama antara sekolah dengan madrasah diniyah. Nilai kegiatan keagamaan yang diikuti siswa di madrasah diniyah mampu dipakai untuk melengkapi pendidikan agama di sekolah.
"Jadi bukan menghapus pelajaran agama. Justru mampu dipakai untuk jadi penguat (pelajaran agama). Kaprikornus tidak ada pengulangan (antara yang diajarkan dalam pelajaran agama di sekolah dengan yang diajarkan di madrasah diniyah)," tegas Mendikbud dalam agenda Sosialisasi Peraturan/Kebijakan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, di Jakarta, Selasa malam (13/6/2017).
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan, ada lima nilai utama huruf prioritas agenda Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), salah satunya yaitu religius. Karena itu, tuturnya, tempat-tempat ibadah pun mampu menjadi sumber berguru atau learning resource. Untuk mendukung penguatan pendidikan huruf dalam delapan jam di hari sekolah, siswa mampu melaksanakan kegiatan keagamaan di masjid, gereja, pura, wihara, dan sentra kegiatan ibadah lainnya. Mendikbud berharap sekolah dapat bekerja sama dengan lembaga lain dalam mengisi kegiatan delapan jam di hari sekolah.
Dicontohkannya, jikalau sekolah bekerja sama dengan madrasah diniyah atau Taman Pendidikan Quran (TPA) , maka guru-guru di TPA atau Madrasah Diniyah itu mampu datang ke sekolah menunjukkan pelajaran agama. Begitu juga jikalau ingin mengajarkan kesenian kepada siswa. Sekolah mampu bekerja sama dengan sanggar seni atau komunitas kebudayaan, atau mengundang para seniman atau budayawan ke sekolah untuk mengenalkan seni-budaya kepada siswa.
Mendikbud juga menambahkan, pemberlakuan delapan jam di hari sekolah tidak berarti siswa harus terus berada di sekolah selama delapan jam. Aktivitas yang dilakukan siswa mampu berlokasi di sekolah, di lingkungan sekitar sekolah, maupun di luar sekolah.
"Kegiatan-kegiatan di luar sekolah harus ada nilai yang dikonversi dengan nilai kepribadian atau pendidikan karakter," katanya. Ia pun berharap reformasi sekolah dapat segera dilaksanakan, terutama untuk mengubah paradigma guru dalam menerapkan metode mengajar. Guru diperlukan mampu meningkatkan kreativitasnya dalam menciptakan metode belajar, sehingga tidak hanya berupa ceramah di kelas. (Kemdikbud.go.id)
=======================================================
Tag :
Berita
0 Komentar untuk "Warta Dapodik MENDIKBUD BANTAH AKAN HAPUS PELAJARAN AGAMA"